Belum Bisa Daftarkan Rashford dan Joan Garcia, Barcelona Justru Tambah Belanja Pemain Lagi
Inews Batulicin- Meski terkendala aturan finansial dari La Liga dan belum bisa mendaftarkan rekrutan anyar Marcus Rashford dan Joan Garcia, serta perpanjangan kontrak Wojciech Szczesny, Barcelona tetap melaju agresif di bursa transfer. Presiden klub Joan Laporta menegaskan bahwa mereka masih akan terus belanja pemain, meski situasi keuangan klub belum sepenuhnya stabil.
Dalam wawancara eksklusif dengan CNN yang dikutip oleh One Football, Laporta menyatakan bahwa kebutuhan akan pemain baru semakin mendesak. Ia menegaskan bahwa skuad Barcelona memerlukan kedalaman dan rotasi lebih luas agar bisa bersaing di berbagai kompetisi musim depan.
“Kami membutuhkan lebih banyak pemain dari biasanya. Itu artinya kami perlu berinvestasi lebih banyak,” ujar Laporta tegas.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5297041/original/038215700_1753668955-rash_2.jpg)
Baca Juga : Uji Kelayakan 24 Calon Duta Besar, Diplomasi Indonesia Siap Menghadapi Tantangan Global
Rashford dan Joan Garcia Masih Terkunci, Tapi Komitmen Mereka Diapresiasi
Saat ini, nama-nama seperti Marcus Rashford, yang bergabung dari Manchester United, dan kiper muda berbakat Joan Garcia masih belum bisa didaftarkan secara resmi ke dalam skuad karena masalah batasan pengeluaran yang diberlakukan oleh La Liga. Meski begitu, Laporta tetap memuji sikap Rashford yang menunjukkan tekad kuat untuk bergabung dengan Blaugrana.
“Rashford adalah pemain yang cepat, kuat, dan punya komitmen tinggi. Dia benar-benar mengusahakan kepindahannya ke Barcelona. Ia bahkan berbicara langsung dengan klub dan mendesak agennya untuk menyelesaikan proses transfer,” jelas Laporta.
Laporta menambahkan bahwa komitmen dan semangat Rashford menjadi salah satu alasan utama mengapa klub yakin ia akan menjadi aset penting dalam proyek jangka panjang Barcelona.
Alasan Laporta Terus Ingin Tambah Pemain: “Pemain Bukan Mesin”
Salah satu alasan di balik agresivitas belanja pemain Barcelona adalah keinginan manajemen klub untuk melindungi kesehatan fisik dan mental para pemain. Menurut Laporta, beban pertandingan yang semakin tinggi membuat rotasi skuad menjadi krusial.
“Pemain kami sangat berbakat, tapi mereka juga manusia, bukan mesin. Mereka butuh waktu istirahat, waktu untuk menikmati hidup di luar lapangan. Kami harus mempertimbangkan itu dalam manajemen tim,” ujarnya.
Laporta menegaskan bahwa menjaga kebugaran pemain melalui kedalaman skuad adalah bagian dari strategi jangka panjang klub agar tetap kompetitif di semua lini, termasuk Liga Champions, La Liga, dan Copa del Rey.
Laporta Buka Suara Soal Pasar Asia dan Peluang Main di AS
Di tengah isu pendaftaran pemain dan belanja besar-besaran, Laporta juga menyoroti pentingnya ekspansi global klub, khususnya di Asia dan Amerika Serikat. Ia mengungkapkan kebanggaannya dengan sambutan luar biasa selama tur Asia yang baru saja dilalui oleh tim.
“Bagi kami, Asia adalah pasar yang sangat penting. Ini tempat di mana kami bisa memperluas merek, menyampaikan nilai-nilai klub, dan mempererat hubungan dengan jutaan fans kami di sini,” ucap Laporta.
Selain itu, Laporta tak menutup kemungkinan untuk menyelenggarakan pertandingan resmi La Liga di Amerika Serikat.
“Akan menjadi kehormatan besar jika bisa memainkan laga resmi di sana. Ini tidak hanya penting bagi La Liga, tapi juga kesempatan besar bagi Barcelona untuk menjangkau lebih banyak fans global,” tambahnya.
Tantangan Keuangan Masih Membayangi, Tapi Proyek Tetap Jalan
Meskipun semangat belanja masih tinggi, Barcelona tetap belum sepenuhnya lepas dari bayang-bayang krisis finansial. Regulasi ketat dari La Liga mengenai salary cap dan batasan anggaran membuat klub harus cermat dalam menyusun strategi pendaftaran pemain. Hingga kini, proses administratif untuk Rashford dan Garcia masih belum rampung, dan kemungkinan akan melibatkan manuver keuangan seperti pemangkasan gaji, pelepasan pemain, atau penjualan aset non-inti.
Namun begitu, Laporta menegaskan bahwa proyek besar kebangkitan Barcelona tetap berjalan. Ia meyakini bahwa lewat kerja keras, transparansi manajemen, dan dukungan fans di seluruh dunia, klub akan kembali ke puncak kejayaannya.
















