Kasus Dugaan Korupsi di BRI Senakin Terungkap Lewat Pengawasan Internal, Cabang Batulicin Tegaskan Komitmen Antikorupsi
Inews Batulicin- Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang Batulicin menegaskan sikap tegasnya terhadap praktik penyimpangan dan korupsi. Menyusul terungkapnya kasus dugaan korupsi di BRI Unit Senakin yang kini tengah disidangkan di Pengadilan Tipikor Banjarmasin, pihak BRI menegaskan komitmen untuk terus memperkuat pengawasan internal dan menjaga integritas lembaga.
Pimpinan BRI Cabang Batulicin, Galilea Prima Khristianto, mengungkapkan bahwa kasus tersebut bukan muncul karena laporan pihak luar, melainkan berawal dari hasil pengawasan internal BRI sendiri. Menurutnya, temuan tersebut kemudian dilaporkan secara resmi kepada aparat penegak hukum hingga kini bergulir di meja hijau.
“Ini bukti nyata bahwa BRI konsisten menerapkan prinsip Zero Tolerance to Fraud. Sejak awal kami menghormati proses hukum, bersikap kooperatif, dan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk memproses kasus ini secara adil,” ujarnya, Senin (22/9/2025).

Baca Juga: Apel Perdana UPPD Batulicin Jadi Ajang Perkenalan Pejabat Baru
Sanksi Tegas untuk Pelaku
Galilea menambahkan, sebagai bentuk penegakan disiplin, BRI telah menjatuhkan sanksi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada oknum pekerja yang terbukti terlibat. Langkah tersebut diambil sesuai dengan ketentuan internal perusahaan dan menjadi bukti komitmen BRI untuk menjaga kepercayaan publik.
“Dalam setiap operasional bisnis, BRI menjunjung tinggi prinsip Good Corporate Governance (GCG) serta terus memperkuat sistem pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang. Kepercayaan nasabah dan integritas lembaga adalah prioritas utama kami,” tegasnya.
Perketat Sistem Pengawasan
BRI Cabang Batulicin juga memastikan sistem pengawasan internal akan semakin diperkuat melalui pemanfaatan teknologi dan kontrol di lapangan. Upaya ini untuk memastikan bahwa setiap unit kerja mematuhi standar operasional dan etika perusahaan, sekaligus melindungi kepentingan nasabah.
“Kami terus berbenah. BRI akan meningkatkan monitoring berbasis sistem, audit mendadak, hingga edukasi internal untuk memastikan semua pegawai memahami dan menjalankan nilai-nilai antikorupsi,” jelas Galilea.
Langkah-langkah ini sekaligus menjadi pesan kepada seluruh pegawai BRI di seluruh Indonesia bahwa penyimpangan sekecil apa pun akan ditindak secara serius. “Ke depan, kami ingin memastikan BRI tetap menjadi lembaga keuangan yang terpercaya dan profesional,” tambahnya.
Komitmen BRI: Transparansi dan Integritas
Kasus di Unit Senakin ini diharapkan menjadi pelajaran penting dan momen evaluasi bagi seluruh unit kerja BRI. Galilea menekankan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus melalui mekanisme internal merupakan bukti nyata efektivitas sistem pengendalian internal BRI.
“Bagi kami, pencegahan selalu lebih baik daripada penindakan. Namun jika ada yang melanggar, kami tidak segan menindak tegas,” katanya.
Dengan sikap terbuka dan langkah korektif yang konsisten, BRI berupaya mempertahankan kepercayaan publik, memperkuat tata kelola perusahaan, dan mendukung upaya pemerintah dalam pemberantasan korupsi di sektor keuangan.
















