Breaking News
Sajian informasi global yang menyajikan berita dari berbagai negara, mulai dari konflik, diplomasi, ekonomi dunia, hingga perkembangan budaya internasional.
Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

Marc Marquez Enggan Kunci Gelar MotoGP 2025 di Misano, Demi Sang Adik

cek disini

Marc Marquez Ogah Kunci Gelar MotoGP 2025 di Kandang Valentino Rossi, Lebih Pilih Jepang atau Mandalika

Inews Batulicin- Dominasi Marc Marquez di musim MotoGP 2025 kian sulit terbantahkan. Pembalap Ducati berusia 32 tahun itu terus melaju tanpa lawan berarti dan sudah berada di ambang gelar juara dunia ketujuhnya. Namun menariknya, Marquez justru enggan jika gelar tersebut resmi ia kunci di Misano, sirkuit yang dikenal sebagai kandang legenda Italia sekaligus rival lamanya, Valentino Rossi.

Alasannya sederhana: Marquez tidak ingin momen bersejarahnya terjadi dengan cara yang berbanding lurus dengan kegagalan sang adik, Alex Marquez.

Kemenangan Dominan di Hungaria

Pada seri MotoGP Hungaria akhir pekan lalu, Marquez kembali menunjukkan kelasnya. Meski sempat bersenggolan dengan Marco Bezzecchi di tikungan kedua lap pembuka, ia berhasil bangkit. Dari posisi ketiga, Marquez perlahan mendekat, menyalip di lap ke-11, lalu melesat sendirian di depan tanpa bisa dikejar lawan.

Ia mengakhiri balapan dengan jarak 4,314 detik dari pesaing terdekatnya. Itu menjadi kemenangan beruntun ketujuh sejak awal Juni. Setiap pekan, ia konsisten mengoleksi 37 poin penuh dari sprint race dan balapan utama—sebuah catatan yang jarang terjadi dalam sejarah MotoGP modern.

Namun nasib berbeda dialami adiknya, Alex Marquez. Ia terjatuh di awal lomba dan hanya mampu finis di posisi ke-14. Hasil kontras inilah yang membuat Marc semakin kukuh di puncak klasemen dengan keunggulan 175 poin.

Marc Marquez Enggan Kunci Gelar MotoGP 2025 di Misano, Demi Sang Adik
Marc Marquez Enggan Kunci Gelar MotoGP 2025 di Misano, Demi Sang Adik

Baca Juga : Program “Pakasam Bungas” Dorong Produk Lokal Tanah Bumbu Lebih Berkualitas

Bisa Kunci Gelar di Misano

Secara hitungan matematis, Marquez bisa mengunci gelar dunia di Misano. Caranya, jika ia meninggalkan Katalonia dengan selisih minimal 185 poin, lalu memperlebar jarak menjadi 222 poin, maka gelar juara sudah aman meski musim belum selesai.

Namun, bagi Marquez, skenario ini tidak ideal. Ia menegaskan bahwa dirinya lebih memilih menanti hingga seri Jepang atau bahkan Mandalika untuk merayakan gelar ketujuhnya.

“Ya, tentu saja sekarang saya mulai memikirkan soal gelar juara. Setiap pekan jaraknya makin dekat, tapi saya tetap harus menjaga fokus dan mentalitas yang sama,” kata Marquez usai balapan.

“Kemarin saya berbicara dengan beberapa jurnalis Spanyol soal hitung-hitungan poin. Jika gelar dikunci di Misano, itu artinya Alex (Marquez) menjalani akhir pekan yang buruk di Katalonia. Saya tidak menginginkannya. Saya lebih suka kesempatan pertama datang di Jepang atau Mandalika,” ungkapnya.

“Tidak Normal” Menang Terus

Meski tampil dominan, Marquez tidak menutup mata bahwa performa luar biasanya tahun ini di luar kewajaran.

“Saya tidak bisa berbohong, balapan kali ini terasa nyaman. Setelah kontak di awal tikungan, saya hanya perlu menenangkan diri dan menjaga suhu ban belakang. Ketika sudah memimpin, saya bisa mengalir dengan ritme yang stabil,” jelasnya.

“Tapi, saya tahu ini bukan hal yang normal. Tidak normal menang setiap pekan, tidak normal juga menyapu bersih sprint race. Akan datang waktunya pembalap lain lebih cepat. Saat itu terjadi, saya lebih baik finis kedua atau ketiga demi mengamankan poin untuk kejuaraan,” lanjutnya.

Menanti Momen Penentuan

Dengan tujuh kemenangan beruntun, Marc Marquez kini benar-benar di ambang sejarah. Tinggal pertanyaan besar yang tersisa: di mana ia akan memastikan gelar juara dunia MotoGP 2025 secara matematis? Apakah di Jepang yang penuh memori, di Mandalika yang semakin populer, atau justru lebih cepat dari perkiraan?

Yang jelas, satu hal sudah pasti: musim ini Marquez kembali membuktikan dirinya sebagai salah satu pembalap terbesar dalam sejarah MotoGP.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *